20190419_185248_0000

Semakin bertambahnya hari, Kota Malang sepertinya mengalami peningkatan dalam hal kemacetan. Memang, kota kelahiran saya ini menjadi kota idaman banyak orang. Mungkin mereka diiming-iming hawanya yang sejuk. Seperti alasan salah satu teman saya mengapa kuliah di Malang. Namun ia merasa biasa-biasa saja setelah mengetahui Malang yang macet dan suhu udara di atas 25°C. Maklum, asalnya dari Ibu Kota.

Kadang saya merasa kesal berkendara di kemacetan, apalagi panas. Dalam mengatasi itu, saya kudu mencari hiburan atau pendingin otak agar bisa menikmati kemacetannya. Kadang melakukan cuci mata, namun paling sering mendengarkan lagu.

Kali ini saya akan memamerkan sejumlah lagu yang biasa saya dengarkan ketika mengalami macet.

  1. Social Distortion

Belum lama saya kenal dengan band ini. Baru sekitar tujuh tahun ini. Sumber pengetahuan saya tentang band ini adalah sebuah tato yang ada di perut Jrx, drummer Superman Is Dead. Ternyata band ini yang juga mempengaruhi music Superman Is Dead, dan band Rockabilly di Indonesia. Album “Sex, Love, and Rock n’ Roll” menjadi album Social Distortion pertama yang saya dengarkan. Judul album yang hampir mirip dengan trilogi kegilaan hair metal, “Sex, Drunk, and Rock n’ Roll”. Album itu terus-terusan saya putar selama satu bulanan. Semua lagunya menjadi favorit saya. Hingga kini.

Band ini beraliran Rockabilly. Ketika saya mendengarkan lagu-lagunya, di saat macet dan panas, saya seperti berada di tanah gersang Amerika Latin. Cocok ketika suhu melunjak tinggi. Ketika pulang kerja atau kuliah, sore hari, dan macet. Apalagi didengarkan di dalam mobil Impalla atau Cadillac, sambil menenggak sabotol bir. I feel like a cowboy.

  1. Metallica

Generasi saya memang bukan generasi yang tumbuh dengan lagu-lagu Metallica. Tak banyak teman saya yang menyukai tahu Metallica. Memang dasarnya saya pribadi suka musik, ya suka mengulik-ngulik musik, mencari tahu sebanyak-banyaknya band-band lawas yang belum terdeteksi oleh radar saya. Berawal dari suka membaca majalah atau blog pribadi penulis-penulis musik, akhirnya saya menemukan Metallica. “Enter Sandman” menjadi lagu pertama yang saya dengarkan.

Namun yang menjadi favorit saya adalah album “Master of Puppets”. Untuk lagu dengan judul yang sama dengan albumnya saja memiliki intro yang membakar. Membuat jiwa terasa bergelora.

Untuk sebuah album yang cocok didengarkan ketika berkendara di kemacetan adalah album “Ride the Lightning”. Komposisi lagunya membuat hidup semakin bersemangat. Tetap seperti biasa, riff dan solo yang keluar dari tangan duet Kirk Hammet dan James Hetfield selalu membakar dan menyayat. Didukung bass yang Robert Trujilo yang menderu, ditambah gebukan drum Lars Ulrich yang akan menambah tenaga untuk menarik gas ketika mendapat celah jalanan yang kosong, ketika kesiangan menuju tempat kerja atau kampus.

  1. Motley Crue

Salah satu dedengkot hair metal jauh sebelum GnR meroket, dengan kegilaan awam, “Sex, Drunk, and Rock n’ Roll.” Belum genap satu tahun saya mendengarkan lagu-lagu band ini. Namun sekali saja mendengarkan, semenjak itu saya merasa bahwa hidup harus selalu optimis, dengan terus bersenang-senang. Namun sayang, karir band-band hair metal mati semenjak Nirvana meluncurkan album Nevermind. Kasihan.

Ada dua album Motley Crue yang sering saya putar akhir-akhir ini. Dr. Feelgood dan Girls, Girls, Girls. Dengarkan dengan seksama, anda akan terbawa ke sensasi Hollywood, atau masa kejayaan hair metal. Tentunya jika kalian memiliki secuil referensi tentang kemegahan Amerika dan arus bawah tananhnya.

Tembang pamungkas andalan saya adalah “Kickstart My Heart” dari album Dr. Feelgood, dan “Girls, Girls, Girls” dari album dengan judul yang sama. Suara gitar dari Mick Mars yang garang, diiringi hentakan drum Tommy Lee yang bertenaga, bak pembakaran pada mesin kendaraanmu. Jangan diputar kencang-kencang ketika berkendara. Sebab akan membuat anda khilaf ketika menarik gas.

  1. Homicide

Tak jarang orang menggerutu ketika mendapati kemacetan. Siapa yang disalahkan? Paling sering adalah pemerintah. Apalagi panas yang diakibatkan bangunan-bangunan tinggi tak berbasis ekologi.

Jika kalian termasuk orang yang menggerutu ketika mendapati macet dan berada pada posisi yang sering mengkritik pemerintah, bersandinglah dengan Homicide. Dengarkan di saat berkendara. Sekejap saja anda merasa sedang berdemonstrasi dengan banyak orang. Mencaci pemerintah, beserta sistemnya yang bobrok.

Untuk saat ini, kita tak akan bisa menyaksikan pertunjukan live mereka. Pasalnya kolektif hip-hop asal Bandung yang didirikan pada tahun 1994 ini telah bubar sejak 2007. Tapi persetan juga melihat pertunjukan live mereka, ketika lirik, rima, beserta musiknya bisa membawa kegentingan demonstrasi jalanan ke ruang lingkup anda.

Seperti sepenggal lirik Tantang Tirani ini:

Serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik/

Serupa panen terakhir para petani penggarap/

Serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran/

Serupa pilihan terakhir para pasifis/

Di hadapan kekerasan negara/

  1. Bad Religion

Dengan deru drum yang old school, Bad Religion akan memberi efek positif untuk anda ketika sebuah kemacetan mengganggu perjalanan anda. Dengan semangat punk tentunya. Apalagi anda tahu akan dimarahi ketika sampai tempat tujuan, nyali anda akan membesar. Namun juga harus anda sadari bahwasanya sang vokalis adalah salah satu vokalis band punk yang bergelar doctor.

“Los Angeles is Burning” dan “True North” menjadi favorit saya sepanjang masa.

Hidup pembangkang!

Advertisements