20190419_185248_0000

Tidak seperti edisi sebelumnya, dalam edisi ini saya akan menghadirkan 5 dari banyak lagu yang telah saya putar berulang-ulang. Dari beberapa genre. Jadi masih ada secercah harapan untuk kalian yang tidak suka genre yang saya sukai (heavy metal), untuk membaca tulisan saya ini dan menemukan sebuah musik yang mungkin telah anda nanti jauh-jauh hari, dan belum menemukannya di ranah anda.

Oke, kita mulai saja.

  1. Camel – Mirage

Belum lama saya mengetahui band ini. sekitar 2 minggu yang lalu di kanal yotube, meski band ini sudah terbentuk jauh-jauh hari sebelum adanya Dream Theatre. Saya menemukan salah satu harta karun Rock Progressive setelah memutar acak Playlist musik Rock Progressive. Berbaring di atas Kasur dengan mendengarkan musik-musik Rock Progressive adalah suatu yang bisa membuat saya tenang untuk menjalani saat ini. Tiba-tiba, dengan sendirinya sebuah melodi terlontar dari speaker laptop saya, yang tiba-tiba membuat saya terbangun dari tempat tidur. Begitu menarik dan membuat penasaran. Dari situ saya lalu browsing di google tentang album terbaiknya.

Menurut beberapa majalah musik yang saya baca saat itu, album terbaik dari Camel adalah Mirage. Langsung saja saya mengunduhnya di website rock langganan saya. Dari situ saya mendapati Camel telah menelurkan banyak album. Namun saya hanya ingin mendengarkan Mirage.

Seperti biasanya, saya tidak bisa menilai kualitas suatu band dengan mendengarkan satu atau dua lagunya saja. Jadi saya putuskan untuk mendengarkan keseluruhan lagu pada album Mirage.

Camel memang benar-benar membawakan music Rock Progressive yang selayaknya. Dengan durasi yang panjang, minim lirik, dan melodi-melodi yang mengagumkan.

Catat! Suara gitar pada kebanyakan band Progressive Rock tidak terlalu berat. Hampir mirip seperti Rock Klasik lah. Jadi, saya harap anda mau mencoba mendengarkan lagu dari band ini. Saya beri satu clue saja ya, lagu yang menurut saya memikat adalah Lady Fantasy dengan durasi 12 menit 43 detik. Cocok didengarkan malam hari, tenang, dengan secangkir kopi atau teh hangat.

  1. Rush – 2112

Beberapa hari lalu saya iseng-iseng mencari musik baru. Baru bukan berarti baru ada. Namun sesuatu lama yang belum saya ketahui. Akhirnya saya memutuskan mendengarkan Rush. Sebelumnya, saya cukup sering melihat kata Rush pada beberapa majalah musik, yang elektronik maupun cetakan. Namun, mungkin waktu itu saya termasuk golongan yang khilaf karena mencampakkannya.

Sekali mendengarkannya, saya langsung terkesima dengan hentakan yang ada pada lagu Tom Sawyer. Entah ilmu supranatural apa yang dipakai Rush untuk menghipnotis pendengar seperti saya.

Setelah mendengarkan album tersebut, saya berminat untuk mendalami album-album lainnya. Untuk saat ini, saya hanya mendengarkan satu albumnya saja yang bertajuk 2112. Di sana saya tak menemukan hentakan-hentakan seperti yang ada pada Tom Sawyer. Ada hal baru yang menghampiri. Sentuhan Rock Progressive yang sedikit bereksperimen. Tidak jauh dari Mirage-nya Camel, 2112 juga lebih cocok untuk didengarkan di malam yang tenang.

  1. David Gilmour – On an Island

Bagaimana music Pink Floyd sepeninggal Syd Baret? Ya seperti itulah lagu-lagu David Gilmour. Tetap ada sentuhan psychedelic. Betapa tidak, David Gilmour adalah seorang yang cukup berjasa untuk kejayaan Pink Floyd, meski menurut banyak kritikus music adalah Syd Baret yang berjasa untuk Pink Floyd. Selain sebagai pendiri, Syd Baret juga membawa warna baru pada dunia musik di Inggris

Semua lagu pada album ini cukup menarik saya. Dengan nuansa psychedelic-nya, saya hampir tidak bisa membeda-bedakan. Lebih tepatnya saya belum ahli untuk urusan jenis musik ini.

Lebih lanjut, saya sarankan untuk mendengarkannya.

  1. Of Monsters and Men – My Head is an Animal

Untuk kalian yang menyukai genre pop, bisa mendengarkan lagu-lagu dari Of Monsters and Men. Saya yakin musik-musik yang dibawakan familiar dengan pencinta genre pop. Musik ringan yang membuat telinga terasa nyaman mendengarkannya.

Semua lagu pada album ini adalah andalan saya. Semua lagu yang ada pada album ini telah mendapat 5 bintang pada pemutar music saya, AIMP3, secara otomatis karena terlalu sering saya putar.

Genre yang dibawakan oleh band Islandia ini adalah folk rock. Folk rock asal Islandia? Tidak ada yang tidak membekas pada hati pendengarnya.

Dengarkan saja !

  1. Bad Religion – The Empire Strikes

Punk Rock yang telah lama tinggal di hati saya. Langsung jatuh cinta dengan musiknya setelah mendengarkan pada masa SMP. Meski waktu itu tidak tahu lirik-liriknya, namun musiknya selalu membuat saya untuk semangat menjalani hidup. Musik yang cepat dan tidak terlalu bising. Sangat cocok untuk jenis telinga seperti milik saya.

Setelah mengetahui lirik-liriknya, ternyata pesan-pesan yang dibawakan adalah sebuah pesan protes. Namanya juga Punk.

Seperti pada lagu Let Them Eat War. Di sini, Bad Religion menyindir para kaum elit yang tidak pernah memperdulikan rakyat kecil. Atau God’s Love yang menuntut ekstrimis agama untuk menunjukkan cinta tuhan, ketika ketidakadilan masih merajalela di dunia.

Namun favorit saya adalah Live Again. Sebuah pesan untuk tetap survive di realita yang menekan.

selamat menikmati.

Advertisements