images (1)
Sumber: thevinylfactory.com

Pernah waktu itu saya ditodong oleh teman untuk membuat song chart list. Karena menurutnya, selera musik saya paling beda diantara temen2 tongkrongan lainnya.

“wih, masuk iki jes,” jawab saya setelah ditodong.

Dari situ, saya mencoba menulis song chart list yang saya beri judul Konsumsi Telinga. Di sana saya membuat daftar tentang band-band yang sering saya dengar saja. Pastinya yang saya dengar adalah genre-genre kesukaan saya. Namun saya tidak memiliki genre musik yang pakem untuk didengarkan. Saya masih sering mengeksplor genre-genre baru dengan mendengarkan band-band lama yang baru saya ketahui. Dari situ saya akan terus menjalar ke berbagai genre lainnya.

Itu merupakan titik yang menentukan saya mendapatkan musik-musik baru, yang teman saya bilang bahwa saya memiliki selera musik berbeda. Meski saya sadar bahwa selera orang memang terscipta berbeda-beda. Sama seperti makan lah. Orang yang ga suka pedes, ga bisa dipaksa untuk makan pedes.

Oleh karena itu, di sini saya tidak akan menggiring anda untuk menyukai musik yang saya suka. Terlebih saya akan memberikan beberapa cara mendapatkan musik baru, bagi yang ingin menambah harta karun musik di kantong. Namun untuk kalian yang terbiasa dengan suguhan/hidangan populer siap saji tinggal dengar, lewati saja tulisan ini daripada membuang-buang waktu saja.

  1. Buku/Majalah

 

Buku telah menjadi candu bagi sebagian orang. Yang sebagian lagi mungkin tidak suka membaca dan berkata, “Loh kenapa? Kita kan membahas musik, bukan buku.” Ya mungkin sebagian berpendapat seperti itu. Namun buku telah menjadi jendela dunia. Dengan membaca buku, pengetahuan kita akan terbuka luas. Ilmu pun akan bertambah.

Namun, bukan fungsi buku yang akan saya bahas lebih lanjut. Namun bagaimana cara mendapatkan musik baru melalui buku,

Satu-satunya cara mendapatkan musik baru dari buku adalah membaca. Berbagai jenis buku dapat kita baca. Namun yang paling mudah adalah membaca buku bertemakan musik. Terlepad itu fiksi atau non fiksi.

Langkah-langkah yang sering saya lakukan adalah membuat daftar setiap band/lagu/album yang tertulis dalam buku tesebut. Setelah itu akan saya cari di internet dan mendengarkannya. Jika tidak sesuai selera, ya saya tinggalkan. Berlaku juga dengan majalah. Namun majalah musik memiliki kelebihan daripada buku. Di sana kita bisa membaca review album baru oleh kritikus musik yang nyinyir, semacam Pitchfork. Bahkan berita terhangat dari seorang musisi. Atau musik yang sedang trendy Tak cukup sulit bukan?

 

  1. YouTube

 

Sbagian besar orang di dunia pasti tahu YouTube itu apa. Sebuah aplikasi yang mewadahi setiap orang untuk menyebarkan video.

Untuk mendapatkan musik baru melalui YouTube, pertama-tama kita cari saja musik sesuai selera kita. Dari situ aka nada beberapa rekomendasi video yang berhubungan dengan musik yang kita carit tadi. Dengan mengembangkan eksplor kita di YouTube, alhasil kita akan mendapatkan musik-musik baru. Itu yang sering saya lakukan jika ingin mencari musik baru melalui YouTube.

Atau kita bisa mencari lewat channel studio rekamannya. Misalya anda suka dengan musik Rancid. Cari saja label rekamannya. Ambil saja satu, Hellcat misalnya. Cari saja channel YouTube Hellcat. Di sana anda akan mendapat beberapa band yang musiknya mirip dengan Rancid. Mungkin itu juga berlaku dengan musik pop. Karena saya tidak begitu tertarik dengan musik pop.

 

  1. Streaming Musik

 

Dalam hal ini adalah Spotify. Sama seperti YouTube, jika kita mendengarkan musik di spotfy, kita akan mendapatkan beberapa musik yang berhubungan. Entah berhubungan label rekamannya atau genre musiknya. Dari situ saya mendapatkan banyak musik-musik baru. Tentu saja bukan pop.

Selain itu, dengan mendengarkan musik melalui Spotify, kita turut menyumbang sepekian persen terhadap musisi. Meski tidak banyak yang didapatkan oleh musisi.

 

  1. Media Sosial/Google

 

Media sosial yang saya maksud adalah Instagram. Mugkin lebih dari separuh orang di Bumi memiliki akun Instagram. Kebanyakan orang menunjukkan jati dirinya melalui akun Instagram. Meski itu sifatnya tak mutlak.

Sangat banyak musik-musik baru yang diunggah ke Instagram. Dari belahan dunia manapun. Kita akan mendapatkan banyak harta karun musik di sana. Asal yang kita ikuti adalah akun-akun musik. Dari sana banyak musik-musik baru dituangkan. Jadi tunggu apalagi?

 

  1. Toko Musik

 

Yang terakhir ini cukup old school, vintage, authentic, klise. Yaitu mengunjungi toko musik. Mengunjungi musik akan sangat membantu anda mendapatkan informasi mengenai musik baru. Bisa berbagi pengetahuan musik dengan penjaga toko adalah sesuatu yang sangat istimewa. Bahkan dengannya, anda bisa dipandu untuk mendapatkan musik sesuai selera.

Namun, rata-rata toko rekaman saat ini menjual rilisan fisik terbaru yang berlabel indie. Jadi sangat susah mencari musik baru yang populer di kalangan pasar. Meski bukan rahasia umum kalau artis-artis top pasar tidak lagi memproduksi cd, vinyl, bahkan kaset pita.

Walau begitu, saya pribadi tidak mulu mencari musik baru. Masih ada musik era lama yang belum saya ketahui. Padahal banyak musik-musik bagus era 60 sampai 90-an yang belum saya sentuh. Bahkan era 2000-an.

Contohnya saja album Purple Rain-nya Prince. Dirilis tahun 70-an, dan baru saya ketahui tahun 2018. Sangat lama.

 

Saran saya, jika anda mendengarkan sebuah lagu, telusuri lagu itu. Dari album apa lagu itu datang. Setelah itu dengarkan keseluruhan albumnya. Itu juga akan membandtu anda. Namun semua kembali ke pribadi masing-masing. Jika anda ingin mencari musik-musik baru (musik lama yang belum diketahui atau musik yang baru dirilis), anda harus benar-benar mencarinya. Jika malas, ya sudah, nikmati saja hidangan di pasar.

Advertisements