20190419_185248_0000Sebelumnya saya minta maaf karena tak membuat list pada pekan lalu dikarenakan kesibukan dan rendahnya respon dari kawan-kawan. Dan kali ini, orang yang merespon insta story saya lebih banyak dari yang pertama saya lakukan. Oke, langsung saja yaa..

  1. Koil –Blacklight Shines On

Satu-satunya yang lain dari musik favorit yang kawan berikan kepada saya, salah satu teman saya malah memberikan saya sebuah album favoritnya di pekan ketiga Februari ini, yaitu Blacklight Shines On milik Koil, band rock asal Bandung.

Saya tidak terlalu mendalam menaruh perhatian kepada band ini. Karena respon teman saya di insta story, saya mulai membaca beberapa review album ini. Album ini dirilis pada tahun 2007, di mana saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Waktu itu saya tahu Koil hanya sebatas lagu “Kenyataan dalam Dunia Fantasi” yang ditayangkan di MTv, dan saya belum menyentuh tulisan-tulisan tentang musik. Di hari ini pun, saya baru tahu kalau album ini dilampirkan sebagai bonus ketika membeli majalah Rolling Stone waktu itu. Sayang, saya masih tak begitu peduli dengan musik karena usia yang masih tergolong anak-anak. Selain itu, menurut salah satu blog yang mereview album ini, album ini juga dibagikan secara ‘gratis’ melalu internet, yang artinya bebas unduh. Sebuah pembuktian band indie yang tidak tunduk terhadap industri!

Setelah mendengarkan album ini, saya langsung paham dengan alasan mengapa dia sedang suka mendengar album ini. Menurutnya, album ini sesuai dengan keadaan Indonesia di tahun politik ini. Saya kira betul. Karena lagu-lagu di album ini berisi kriktikan-kritikan pedas yang merefleksikan bentuk anarkisme.

Baiklah, album ini masuk di katalog musik politis saya. Terima kasih!

  1. The Beatles – Yesterday

Seorang Beatlemania, yang juga seorang kawan, memberi saya lagu ini. Ketika saya menanyakan alasan mengapa memilih lagu ini, sepenggal liriknya menjadi jawaban pertanyaan saya. Oke, tak usah basa-basi terlalu lama, saya bedah secara utuh yaa…

Lagu ini menceritakan perasaan sang penyanyi yang sedang patah hati karena ditinggal kekasihnya. Sepertinya, sang penyanyi akan ditinggal kekasihnya menikah dengan pria lain. Sebagai seorang pria, wanita pun saya kira demikian, akan sangat tersayat hatinya jika ditinggalkan orang yang dikasihinya, apalagi ditinggal menikah dengan orang lain. Ya memang demikian kenyataannya.

Mungkin teman saya sedang merasakan ini. Tenang, kamu tidak sendirian, capres nomor 2 saja kuat kok, masa kamu enggak? hehe

  1. Yes – Roundabout

Yes, band progressive rock asal Ingris. Sudah lama saya tahu band ini. Hanya sekilas, tak pernah mendengarkannya. Padahal, biasanya saya tak perlu berpikir terlalu lama untuk mendengar progressive rock, yang durasinya cukup sebatang rokok.

Menurut kawan saya, lagu ini mengingatkannya ketika jari kelingking kakinya tersandung bangku. Saya pernah mengalaminya, cukup sakit.

Dan lagu ini, cukup pas menjadi soundtrack kecelakaan tersebut. Mengapa?? Jika anda pernah menonton video meme to be continued, ya intro lagu inilah yang dipakai. wkwk

  1. Anna of the North – Leaning on My Self

Saya sangat miskin pengetahuan tentang genre pop elektronik seperti yang diusung oleh Anna Lotterud ini. Pun untuk mediskripsikannya saja saya belum bisa. Karena saya bukan jurnalis musik atau pelajar musik, jadi saya bedah secara utuh secara abal-abal yaa wkwk..

Lagu ini menjadi favorti kawan saya karena sesuai dengan perasaannya. Secara utuh, lagu ini menggambarkan seseorang yang sedang muak dengan orang-orang sekitarnya. Jika kawan saya adalah saya, pasti yang ia pilih mungkin “Fuck all yall”-nya 2pac hehe..

  1. Dire Straits – Love over Gold

Dire Straits merupakan band blues asal Inggris yang telah menjadi favorit saya akhir-akhir ini. Di katalaog, saya hanya memiliki satu albumnya yang bertajuk ‘Making Movies” yang dirilisi pada tahun 1980. Lalu kemarin saya iseng-iseng dengerin semua albumnya di Spotify, dan ketika tiba di album “Love over Gold”, saya pun menemukan lagu yang cukup membuat saya terus mengulang-ngulangnya, yaitu “Love over Gold”. Perpaduan piano dan petikan gitar Mark Knopfler yang bersih membuat saya ingat masa kecil. Waktu itu saya sering diajak tetangga ke rumah bosnya yang merupakan Chinese. Dia sering mendengarkan lagu-lagu seperti yang dimainkan Dire Straits, khususnya seprti lagu “Love over Gold”. Dari situ, saya jatuh cinta dengan lagu ini. Lagu ini cocok didengarkan saat menjelang tidur. Karena cukup menenangkan.

Advertisements