1735a0bd-41a3-4e19-bdf0-b8bf5697f960-257x300.jpg
sumber: nuranwibisono.net

Sudah lama saya tak membaca buku ini lagi. Sejak saya membelinya 2 tahun silam, saya langsung melahapnya. Saya menghabiskan satu minggu untuk membaca buku setebal 575 halaman ini. Bukan karena tututan apapun, melainkan karena tema favorit saya yang ditulis oleh salah satu penulis favorit saya juga.

“Nice Boys Don’t Write Rock n Roll” terbit dalam dua versi, yaitu versi soft cover dan hard cover. Saya membeli buku ini beberapa bulan setelah terbit melalui salah satu took buku online. Alhasil, saya mendapatkan yang soft cover, dengan harga yang lebih murah tentunya.

Nice Boys Don’t Write Rock n Roll sendiri adalah plesetan dari lagu “Nice Boys Don’t Play Rock n Roll” milik Rose Tattoo. Malalui judulnya saja, kita tahu bahwa rock n roll memiliki karakter yang liar. Ditambah gambar grupies bugil yang disensor oleh nama penulis, memberi kesan bahwa buku ini sarat pengetahuan dunia Rock n Roll khususnya Hair Metal.

Buku ini seperti kaset, memiliki beberapa side. Bedanya, kaset memliki dua side yaitu side A dan B, sedangkan buku ini memiliki 6 side. Setara dengan 3 kaset yang bisa mengangkut banyak lagu, buku ini membawa sangat banyak pengetahuan yang banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang terpendam cukup lama.

Di buku ini, saya menemukan tulisan-tulisan tentang Slank yang belum terekspos oleh media. Di balik lagu Anyer 10 Maret salah satunya. Saya kira lagu itu tercipta karena patah hati oleh sang kekasih, ternyata karena hubungan kekeluargaan Kaka Slank

Selain itu, sebagai “pemuja” hair metal, Nuran memandang Grunge, yang katanya sudah menendang eksistensi Hair Metal, sebagai musik orang depresi, tak memiliki keoptimisan hidup. Berbeda dengan Hair Metal/ Glam Rock yang hidupnya selalu ceria dan selalu optimis.

Dengan sub judul “Obesesi Busuk Menulis Musik 2007-2017”, saya kira akan lebih baik setiap tulisan diberi detail tanggal penulisan. Hal tersebut akan mempermudah pembaca untuk memahami buku ini secara men-detail.

Buku ini sudah masuk cetakan kedua. Dalam cetakan keduanya, disebutkan beberapa tulisan telah dicabut dan diganti dengan yang baru, dengan sampul yang baru pula. Hasrat keinginan membeli tetap ada, namun keadaan finansial yang sedang anjlok membuat saya harus memutar otak terlebih dahulu. Andai Mas Nuran membuat give away, hehe…

Oiya, dalam tulisan ini dijelaskan bahwa Nuran menyarankan buku ini untuk jadi ganjal pintu setelah membacanya. Namun, saya lebih memilih untuk alas standar motor agar lantai rumah saya tak rusak. Hehe~

Buku ini sangat cocok untuk kalian yang doyan dengan musik-musik rock n roll!

Advertisements