20190419_185248_0000

Akhir-akhir ini saya sering mendengar sekilas lagu milik Alan Walker yang berjudul On My Way secara tidak sengaja. Lagu itu telah menjadi popular dan diputar di mana-mana, di kamar mandi ketika anak kos sebelah rumah sedang mandi misalnya. Ada peneliti menyatakan bahwa lagu yang tidak kita suka akan tinggal di ingatan kita. Seperti itulah yang saya alami dengan lagu milik Alan Walker terebut. Seketika itu saya terbesit untuk menulis song list ini lagi. Namun ternyata tak ada satupun teman saya yang menjadikan lagu ini sebagai lagu favoritnya pekan ini. Lagu-lagu di bawah ini adalah lagu-lagu favorit teman saya, serta lagu favorit saya pekan ini.

  1. Lil Nas X Billy Ray Cyrus – Old Town Road

Selama satu dekade ini hip-hop telah disegarkan dengan trobosan sub-genre baru. Saya tak paham pasti dengan sub-genre ini. Secara singkat jenis musik ini dominan dengan bass trap ­nya dengan gaya rap yang cukup baru di kalangan hip-hop. Saya katakan baru karena memang jenis musik ini tercipta pada tahun 2010-an dan jauh dengan karakter hip-hop era awal yang notabene memiliki element of jazz, spoken words poetry and soul music. Menurut Lamar, genre ini adalah sebuah evolusi hip-hop.

Salah satu rapper yang membawakan musik ini adalah Lil Nas X, seorang rapper muda asal Atlanta. Bersama musisi veteran, Billy Ray Cyrus, Lil Nas X membawa suasana segar dunia bass trap. Perpaduan antara musik country dan bass trap racikan Young Kio ­ditambah suara khas Billy Ray Cyrus membuat teman saya kagum dengan lagu ini. Berbicara tentang perpaduan, saya jadi ingat Jazz Liberatorz, sebuah grup musik yang memadukan jazz dan hip-hop. Jika biasanya musik hip-hop yang menyampling musik jazz, apa yang dilakukan Jazz Liberatorz malah sebaliknya, musik jazz yang menyampling musik hip-hop. Silahkan didengar. 🙂

2. Uggly Bastard – Jangan Terkontrol

Pelaksanaan Pemilu di Indonesia sudah berlalu 10 hari. Meski begitu, eurofianya masih belum hilang karena hasil pemilihan tesebut belum diumumkan. Pemilu kali ini memiliki 2 kandidat presiden. Masing-masing kandidat memiliki pendukung yang fanatik. Namanya fanatik, sampai-sampai mereka tak jarang melakukan hal yang lucu. Secara tidak langsung, mereka telah dikontrol oleh seseorang yang difavoritkan tersebut. Untuk orang seperti itu, teman saya memilih lagu milik Ugly Bastard ini.

Ugly Bastard adalah band punk hardcore asal Bali yang cukup kritis. Dengan tempo yang cepat, Ugly Bastard meluapkan kekesalannya melalui lirik-lirinya yang cukup kritis. “Jangan Terkontrol” membawa pesan bahwa kita hidup di dunia harus merdeka tanpa dikontrol orang lain. Salah satu band hardcore lokal yang saya sukai.

3. Tuantigabelas – Do It

Salah satu rapper muda asal Indonesia yang sudah cukup populer di kalangan hip-hop Indonesia. di lagu ini, Tuantigabelas berkolaborasi dengan MC-muda-handal Indonesia, seperti Laze, Saesar, Mario Zwinkle, Joe Million, Zico, A. Nayaka, Matter Mos.

Sedikit mirip dengan lagu sebelumnya, lirik ini secara tidak langsung mengajak pendengarnya untuk hidup merdeka dengan menutup telinga untuk nyinyiran iri yang terlontar ke telinga.

4. Frames – Mosaik (Album)

Ada dua band post rock di dunia ini yang saya suka, EITS dan GY!BE. Keduanya menghadirkan musik-musik instrument nan eksperimental. Saya suka keduanya karena saya hanya tahu bahwa dua band tersebut saja yang mengusung post-rock. Perkiraan saya salah besar. Ternyata ada satu band post rock lainnya, yang tentu saja tak bisa menggeser EITS dan GY!BE untuk urusan post-rock, yaitu Frames. Band ini menjai favorit teman saya pekan ini meski menurutnya banyak musik yang didengarkannya. Menurutnya, beat yang ada di Frames, cukup kalem dan sesuai selera teman saya. Bagi yang penasaran, silahkan didengar. 😊

5. Bruce Springsteen – Racing in the Street

Ini adalah lagu favorit saya pekan ini. Diambil dari album Darkness on the Edge of Town, lagu ini sangat cocok didengarkan saat sunyinya malam. Dengan karakter balladnya, saya merasakan getaran kedamaian ketika mndengar lagu ini.

Di lagu ini, Springsteen berbicara tentang kehidupan manusia di dunia. Ia memisahkan umat manusia menjadi dua kelas, seperti yang tersirat dari liriknya:

Some guys they just give up living, and start dying little by little, piece by piece/

Some guys come home from work and wash up, and go racing in the street/

Advertisements